Kesan pertama itu tak menarik untukku, karena jujur saat itu yang diotakku hanya bagaimana caranya untuk memenuhi prosedur yang dibuat ntah siapa tentang inisiasi yang katanya bukan ajang pembodohan.Syarat itu adalah pengumpulan 200 tandatangan senior oleh mahasiswa baru, di otakku itu sungguh sangat gak penting dan membosankan. "sukur-sukur awak mau ikut inisaiasi, disuruh minta tandatangan pulak, cem artis aja orang ne mua ku tengok!!!" seperti itulah kira-kira keluhan ku yang membakar separuh dari jiwaku. Gak penting kali USU yang sebesar ini buat prosedur inisiasi kayak gtu.
Entah di tanggal berapa aku (monica christy), Ledy, Mira, dan Hana mulai melaksanakan perintah itu. Hunting tandatangan dimulai. Dan dari situ aku juga harus memulai memakai topeng, mau gak mau aku harus sok ramah sama senior-senior yang bergabung dalam sebuah ikatan yang mereka sebut dengan IMASI (Ikatan Mahasiswa Sosiologi).
Bukannya aku keberatan untuk menjadi sosok yang ramah, tapi dengan pembawaan sikap cuekku aku ngerasa ini sangat merepotkanku karena saat itu banyak masalah yang menyarang di otakku.
Entah dihari keberapa, aku dan teman-temanku mulai mendatangi beberapa senior stambuk 06 di gedung D kampusku. Saat itu aku berhadapan dengan kak Miranti dan senior lain yang aku lupa siapa-siapa aja di situ tapi yang jelas makhluk itu ada ditempat itu.
Makhluk "buas" itu katanya dulu membanciku, karena cara aku meminta tandatangannya sungguh sangat tidak dia sukai sementara sedikitpun kebenciannya itu gak aku gubris dan aku ngerasa gak ada sesuatu yang special dengan meminta tandatangan "dia".
Hari-hari hunting tandatangan itupun berlalu sampai juga di Ajibata-Parapat tempat kami berpasrah untuk dikerjain sama senior-senior itu. Aku habis di kerjain sama anak 06 teman makhluk buas itu, disuru minum kopi asin 1 gelas penuh, muka awak disentuhnya hanya tuk buat bubuk kopi itu ke muka ku yang super mulus ini :p, tapi ada untungnya juga aku dan teman-temanku yang udah 2 hari gak mandi dengan kopi itu terangkatlah semua minyak-minyak dan komedo.
Besoknya mulailah posko-posko itu ada lagi, saat itu aku ketemu dengan makhluk itu. Saat itu aku masih belum sadar kalau dia menargetkan aku sebagai salah satu junior yang mau dikerjai habis-habisan dengan dia. Ternyata aku juga habis dimarahinnya. "Awas kau, ku tumbuukkanlah kau nanti di kampus, di sini bisalah kau bentak aku" kira-kira seperti itulah aku berbicara dalam hati.
Hari-hari setelah inisisasi itu berlalu aku mulai mengerti maksud dari syarat tandatangan 200 itu, karena dengan itu kami para junior mulai bisa berkomunikasi dengan senior-senior.
Media internet yang beraneka macam membuat aku menjadi miss ter`Online dengan sebuah Facebook. Saat itu dia masuk ke chat facebook ku dan berkata "udah in relationship ya dek, dengan siapa tu". Dan aku menjawab dengan biasa aja "gak ah cuma status palsu doank". percakapan media facebook itu gak panjang dan hanya sekedar itu saja.
Tapi Entah berawal dari mana dan apa maksudnya senior 06 yang ku sebut makhluk buas itu mengirim pesan singkat ke telepon canggihku. Kalau bahasa kerennya dia ngirim SMS ke hp dengan pertanyaan, "sarinah kenapa gak ikut diskusi" (suatu organisasi yang dia pimpin) dan dengan simplenya aku balas "sapa ne" (maklumlah orang cuek sedunia, tapi bukan sombong ya). Dari situlah awal aku mulai berkomunikasi dengan dia.
Penyakit online ku mulai menjadi-jadi, jika 1 hari membutuhkan 24jam mungkin aku 24jam Online terooSss!!, dan komunikasi kami terus berlanjut.
Mungkin karena sering bercerita dengan dia mulailah feel ini ada. Dan orang yang dulu membenci aku ngajak saturday night. Antara senang dan bingung beradu di otakku, menyerang pikiranku, dan mengusik hidupku. Dan akhirnya aku berkata "ia".
Minggu pertama dengannya terasa sangat biasa dan membosankan bagiku, karena aku ngerasa sifat kami bertolak belakang. Dia sosok dewasa dan pemimpin suatu oraganisasi, sementara aku mahasiswa yang childish. Tapi setelah banyak mengenalnya aku mulai merasa nyaman. Dan kini aku menyayangi dia, sangat menyayanginya. Aku berharap semoga ini untuk selamanya
Usailah sudah perjalanan cinta ku, aku jera untuk bermain api lagi
Callover
Nica Love Erbin





s.jpg)
0 komentar: